Edukasi Pelajar Disbudparpora Kota Kediri Gelar Seminar, Perkenalkan 355 Koleksi Benda Purbakala Museum Airlanga
Kamis, 11 Desember 2025 18:25:40
keterangan : Kepala Dinas Disbudparpora Kota Kediri Bambang Priambodo bersamaArkeolog dari Universitas Nusantara PGRI, sejarawan serta pembicara lainya yang berkompoten dibidangnya.
Kediri - Dinas Kebudayaan, Pariwisata,Kepemudaan dan Olahraga Kota Kediri punya gawe menggelar Seminar Kajian Koleksi Museum Airlangga. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan pelajar tingkat SMA hingga Mahasiswa
Dikatakan Kepala Dinas Disbudparpora Kota Kediri Bambang Priambodo tujuan diadakannya acara ini, untuk mengedukasi para pelajar agar mereka supaya tahu bahwa koleksi benda purbakala yang disimpan didalam museum penuh dengan nilai peradaban.
" Dari masa ke masa , dari ratusan tahun. Paling tidak mereka tahu dan mengenal ternyata di museum Airlangga banyak koleksi arca dan benda kuno lainya yang harus kita jaga dan pelihara kita amankan semuanya,". terangnya Kamis 11 Desember 2025.
Sebagai narasumber pihak Disbudparpora Kota Kediri mengundang para Arkeolog dari Universitas Nusantara PGRI, sejarawan serta pembicara lainya yang berkompoten dibidangnya.
" Poin pentingnya memberikan pemahaman kepada anak muda supaya mereka tidak lupa terhadap latar belakang sejarahnya, bahwa kita punya peradaban ratusan tahun, salah satu buktinya kita punya arca. Yang kebetulan Pemerintah Kota Kediri bisa mengamankan atau bisa menyelamatkan. Memberikan tempat sendiri untuk menyimpan arca arca itu," pungkasnya.
Ia berharap nantinya para pelajar dan Mahasiwa ini bisa berkontribusi ikut menjaga warisan peradaban budaya nenek moyang agar tidak tergerus oleh jaman. kajian seminar dibagi menjadi dua diantaranya yang pertama tentang kajian koleksi museum dibimbing oleh dua narasumber. Sedangkan materi kedua tentang pengunjung dan program museum.
Menurut data yang dihimpun saat ini museum Airlangga memiliki koleksi 355 benda kuno atau benda purbakala. Semuanya tersimpan dan terawat di gedung Museum Airlangga 1 dan 2.
Ratusan benda yang memiliki nilai historis ini setiap bulan sekali sekali selalu dibersihkan. Ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Disbudparpora Kota Kediri bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah 11 Trowulan Mojokerto.
Berita Terkait
Berita Pilihan